Tari Rentak Bulian Yang Tersohor

ASRI24.COM – Rengat – Riau – Banyak masyarakat Riau, Indonesia dan Dunia ingin tahu tentang sejarah, kisah tari sakral asal Indragiri Hulu, RIAU.

Untuk memberikan informasi itu, kami mencoba mengumpulkan sejumlah sumber yang menjelaskan asal usul tari rentak Bulian asal suku Talang Mamak Indragiri Hulu secara ringkas.

Rentak Bulian adalah salah satu seni budaya asal Indragiri, dimana Indragiri adalah nama sebelum menjadi Indragiri Hulu.

Salah satu suku yang terkenal memiliki ciri khas dan beragam seni budaya di Inhu adalah Suku Talang Mamak, suku ini memiliki tradisi perobatan yang khas salah satunya di sebut rentak.

Perobatan dengan metode seni tari yang indah dan memiliki daya magis tinggi. Tari Rentak Bulian adalah salah satu seni terkemuka dari Kabupaten Indragiri Hulu.

Rentak Bulian merupakan ritual pengobatan, dimana diambil dari Kata Rentak dan Bulian. Rentak yang maksudnya merentak atau melangkah, dan Bulian adalah tempat singgah mahluk bunian atau mahluk halus dalam bahasa daerah Indragiri Hulu.

Tarian Rentak Bulian ini sangat kental dengan suasana dan unsur magis, dan sebelum ritual tari dilakukan dilakukan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama oleh penari.

Ritual tersebut diantaranya sebagai berikut: Penari adalah terdiri dari delapan orang muda yaitu tujuh perawan dara yang cantik dan molek tidak sedang kotor (bersih dari haid), serta satu orang pemuda gagah perkasa yang baligh hapal benar gerak dan laku tari.

Setiap penari tak ada yang berdekatan bertalian darah seluruh penari mendapat izin tetua adat kampung sebelum menari. Penari sudah diasapi dengan gaharu, alat musik harus di keramati mayang pinang terpilih mudanya serta perapian tak boleh di mantera.

Acara ritual tari ini dilakukan sebelum pertunjukan tari dan apabila ritual tari ini diindahkan, biasanya akan mendapat celaka yang tak di inginkan.

Dalam jalannya tari, tubuh para penari biasanya akan dalam keadaan siap menari dengan catatan sehat dan juga akan menjadi media penolak bala oleh para mahluk gaib.

Biasanya pula penari pria akan dalam keadaan setengah sadar pada akhir puncak tari. Pada waktu itulah pula penari pria tersebut akan memecahkan mayang pinang sebagai media pengobatan dengan merentak mengelilingi penari perempuan lainnya.

Dalam tari Rentak Bulian geraknya monoton dengan motif rentak atau disebut dengan merentak, yaitu menghentak-hentakkan kaki.

Kumantan menari diikuti penari-penari yang ada dibelakangnya :

1. Menyembah guru di Padang (ditempat terbuka) Gerak menyembah guru Di Padang merupakan gerak yang menggambarkan bahwa mayarakat masih mempercayai hal-hal mistis.

Gerak yang dipimpin oleh kumantan yang berada pada barisan paling depan dengan di dampingi Bujang Bayu pada sisi kanan dan sisi kiri Kumantan. Bujang bayu membawa pedupaan atau bara dan mayang pinang. Bujang Bayu adalah penari yang ada di sisi kanan dan kiri kumantan.

2. Merentak Gerak meghentakkan kaki secara bergantian kanan dan kiri. penari saling memegang pinggang penari yang berada di depannya. Sedangkan Bujang bayu yang berada pada sisi kanan dan kiri Kumantan, mengoleskan arang dan kapur sirih pada bagian lengan kanan dan kiri Kumantan.

3. Goyang pucuk Menggerakkan tangan keatas yang menggambarkan bahwa penari sedang mengambil mayang pinang guna mempersiapkan sesajian untuk mengadakan upacara bulian. Sedangkan Bujang bayu yang berada pada sisi kanan dan kiri Kumantan, masih dalam posisi mengoleskan arang dan kapur sirih pada bagian lengan kanan dan kiri Kumantan.

4. Sembah Gerak menyembah yang menggambarkan bahwa sedang menyembah makhluk halus yang akan membantu jalannya acara upacara Bulean.

Makhluk halus ini akan merasuki tubuh Kumantan. menggerakkan kedua tangan yang disatukan seperti menyembah dan digerakkan kesegala arah.

5. Meracik Limau Gerak meracik limau adalah gerak yang menggambarkan bahwa penari sedang meracik limau atau jeruk purut. Geraknya mengayunkan tangan seperti orang meracik limau dengan posisi badan duduk.

Kumantan bergerak mengelilingi penari lainnya secara merata keseluruhan untuk melihat kondisi yang sedang dialami bahwa penari akan baik-baik saja.

6. Merenjis Limau (memercik limau) Merenjis limau adalah gerak yang menggambarkan penari memercikkan limau kepada orang yang sakit di dalam upacara Bulean. Air limau yang sudah diracik dipercikkan kepada orang yang akan diobati. Geraknya pun seperti orang memercikkan limau, tangan kesamping kanan kiri dengan jari dikembangkan. Kumantan memecahkan mayang pinang yang diguakan untuk mengusir roh-roh jahat yang mengganggu penari.

7. Empat Penjuru Gerak empat penjuru ini menggambarkan bahwa telah selesainya pengobatan pada upacara Bulian. geraknya menggambarkan pengusiran penyakit yang telah diangkat dari orang yang sakit.

Dilakukan keempat penjuru. Kumantan mengelilingi kembali para penari dengan mengipaskan mayang pinang kerah masing-masing penari untuk mengusir roh-roh jahat yang mencoba mengganggu.

sejatinya Rentak Bulian diadakan untuk mengobati orang sakit. Masyarakat Talang Mamak biasanya menyebut ritual berobat kampung.

Pemimpin Tarian Rentak Bulian atau Kumentan bukanlah orang sembarangan. Dia harus punya garis keturunan dengan leluhur untuk memudahkan memanggil roh ketika tarian berlangsung.

Sumber lain mengatakan, Rentak secara bahasa berarti hentakan, sementara Bulian atau rumah-rumahan tempat roh leluhur datang. Tarian ini biasanya berlangsung hingga tiga puluh meni

Tari Rentak Bulian berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau dan diperkirakan sudah ada sejak tahun 1982 dan telah berkembang hingga saat ini.

Rentak Bulian merupakan ritual pengobatan, dimana diambil dari Kata Rentak dan Bulian.

Rentak yang maksudnya merentak atau melangkah, dan Bulian adalah tempat singgah mahluk bunian atau mahluk halus dalam bahasa daerah Indragiri Hulu. Tari Rentak Bulian digunakan sebagai sebuah gambaran kecil dan singkat dari sebuah upacara ritual pengobatan penyakit pada masyarakat Suku Talang Mamak Indragiri Hulu.

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Suku Talang Mamak Indragiri Hulu masih percaya roh-roh ghaib. Terlihat dari paham yang dianut masyarakat Suku Talang Mamak yang masih menggunakan ritual gaib guna mengusir roh-roh jahat dengan menggunakan upacara Bulean.

Upacara Bulean ini dilaksanakan pada malam hari dan dilaksanakan di rumah panggung dari kayu atau bambu. Apabila orang yang sakit lebih dari satu maka akan dilaksanakan di tempat yang luas seperti lapangan.

Pada saat ini, tari Rentak Bulean ini sering ditampilkan pada acara – acara khusus seperti ada tamu besar, ada acara Akbar dan kadang karena pesanan untuk mengisi acara – acara tertentu

Tari Rentak Bulian sudah mendunia, tidak heran hingga wisatawan asing hadir jika ada pertunjukan seni atau acara adat yang menampilkan seni tari ini. (Dari Sejumlah Sumber )

"Selamat Datang di ASRI24.com , Berita Terkini, Fakta, Referensi"

Scroll to Top