Polres Inhu Tangkap Pelaku Pembakar Lahan di Batang Gansal

ASRI24 – Rengat – Riau – Polres Indragiri Hulu, Polda Riau menangkap satu petani diduga sebagai pelaku pembakar lahan di wilayah Batang Gansal asal Pelelawan.

Kapolres Indragiri Hulu, Polda Riau AKBP Dody Wirawijaya dalam konfrensi pers, Jumat pagi, mengatakan, pelaku atas nama Sutanto (32) dan Barang Bukti (BB) sudah diamankan di Mapolres.

“Peristiwa Karhutla terjadi karena kesengajaan. Pelaku membakar dan membuka lahan untuk menanam sawit,” katanya di Rengat.

Akibat ulahnya, pelaku yang sudah dijadikan tersangka itu berhadapan dengan penegak hukum dan harus mempertanggungjawabkannya.

Semua bermula dari, pelaku membeli lahan 10 hektar di Batang Gansal dan akan dijadikan kebun sawit setelah lahan itu bersih.

Tentu pelaku tidak sendiri membersihkan lahan miliknya, momentum yang baik saat musim kemarau Oktober 2023.

Pemilik lahan ini, membakar lahan sehingga terjadi Karhutla bukan saja di atas miliknya tetapi merambah ke hutan penyangga, yang diperkirakan mencapai 36 hektar.

Melihat kobaran api semakin besar, membuat pelaku tidak mampu mengendalikannya, karena takut hingga melarikan diri ke kampung halamannya.

“Dari luas lahan 46 hektar, 36 hektar adalah kawasan hutan penyangga dan peristiwanya terjadi pada 5 Oktober 2023 pukul 11.00 WIB di Desa Siambul, Batang Gansal,” ujar Kapolres Inhu.

Akibat ulah pelaku, terjadi banyak titik api dan kabut asap mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat Batang Gansal. Dan akhirnya, Polres Inhu melakukan penyelidikan di lokasi terjadi asap tebal. Hasilnya, menemukan lahan terbakar dan tim langsung mencari tahu siapa pelakunya.

Akhirnya, pelaku berhasil di tangkap di Pelelawan pada 10 Oktober 2023 beserta sejumlah barang bukti seperti pohon sawit, pompa air, senso.

“Hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa Karhutla itu adalah perbuatannya,” sebutnya.

Atas peristiwa Karhutla itu, pelaku di kenakan
Pasal : 108 Jo pasal 69 ayat 1 hurup H UU 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Perpu 2 Tahun 2022 menjadi UU Perubahan atas UU nomor 18 Tahun 2013, pelaku terancam 10 tahun penjara denda sedikitnya Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Wakapolres Inhu Kompol Teddy Ardian menambahkan, Karhutla terjadi karena disengaja, modus membuka lahan untuk kebun sawit dengan cara membakar lahan.

Pelaku memiliki lahan 10 hektar, akibat membakar, terjadi kebakaran seluar 46 hektar dan 36 hektar lainnya itu adalah kawasan hutan lindung.

Oleh karena itu, peristiwa ini menjadi perhatian bersama, “Polres Inhu akan terus bekerja keras untuk mengungkapkan kasus Karhutla lainnya,” janjinya. ***

"Selamat Datang di ASRI24.com , Berita Terkini, Fakta, Referensi"

Scroll to Top