OOO… Ternyata Rahasia Menulis Berita Itu !!!

Kembali kami mencoba mengajak kita untuk selalu rendah hati menimba ilmu jurnalistik agar hasil karya benar – benar mantap.

Sebelumnya, sudah kami bahas terkait berita, istilah dalam berita dan sebagainya. Kini saatnya kami hadir lagi dengan tema baru.

” Rahasia Menulis Berita ”

Mungkin menarik Temanya bagi yang benar – benar ingin mendapatkan dan menambah wawasan, tetapi tidak menarik bagi yang sudah pintar. Intinya adalah, kita (anda dan saya tetap selalu belajar), saling memberi dan menerima dan selalu mempraktekkan nya.

Menulis berita itu ada rahasianya, jika rahasia itu dimiliki, maka sangatlah mudah menulis berita dan merevisi berita itu.

Intinya adalah 5WIH (ADIK-SIMBA), maka banyak pertanyaan tentang rumus ini, misal posisinya wajib dimana ? Urutan 5WIH nya bagaimana ? Dan sebagai – sebagainya.

Ada media mengharuskan 5WIH itu pada LEAD, ada juga pada Alinea 1 dan 2 dan bahkan ada media mengharuskan 5WIH itu pada alinea 1, 2 dan 3.

Kita boleh memilih !
Bahayanya jika 5WIH itu justru tidak ada atau tidak cukup, berarti berita yang di tulis tidak layak terbit di media nasional.

Kalau begitu, lantas bagaimana susunannya ? jawabannya mudah saja. Posisi dan urutan penempatan 5WIH belum ada aturan khusus.

Akan tetapi, sebagai jurnalis pemula atau sudah mahir cukup mengikuti yang lazim saja, hasil berita itu terasa enak dibaca (Berarti Ada Rasa Juga ya ? ).

Bagaimana agar enak dibaca ?

Jawabannya, ikuti aturan penulisan Jurnalistik yang benar, banyak membaca dan menyimak hasil karya di sejumlah media nasional.

Kren nya, jangan enak di kuta tak enak di orang, nampak betul kita tak pernah belajar.

Jika ingin naik kelas ! Hahahaa. Ya, kata teman saya, kita harus banyak membaca dan membandingkan serta menjadikan referensi berita – berita media besar, nasional.

Karena, selain teruji juga hasil dari karya jurnalis – jurnalis berpengalaman dan teruji lolos pendidikan jurnalis.

Mari kita membuang ego masing – masing. Jika kita masih kurang ilmu dan pembekalan tentang jurnalistik, ya.. sebaiknya terus belajar dan belajar. Perlu di ingat bahwa ” Ilmu jurnalistik itu semakin dalam, mengikuti perkembangan” sehingga kita harus selalu update.

Akan tetapi, ingat bahwa, kunci sukses jurnalistik itu adalah belajar dan belajar. Jangan pernah malu dan malas untuk belajar.

Bayangkan, jika hasil karya jurnalistik yang kita hasilkan ternyata orang lain menilai hasilnya kurang optimal dan beritanya berantakan.

Dampak dari kita menulis sesuai selera kita ? Pasti hancur – hancuran hasil nya.

“Hasil tulisan kita itulah kualitas kita” simpel bukan.

Menulis berita itu, ibarat kita meluncur dari atas ke bawah, tanpa henti tidak terhalang. Seperti main di salju, lurus meluncur sampai tujuan.

Logikanya adalah menulis dengan gaya lurus “Satu Tema Satu Topik” antara kalimat dengan kalimat, antara paragraf dengan paragraf setelahnya saling mendukung.

Wah wah… seperti PIRAMIDA TERBALIK, ya itu polanya.

Jangan menulis seperti “Kita Turun Tangga” hahahaha.

Terasa berdetak detak, napas kita turun naik, pakai berhenti sejenak. Karya tulis itu harus tetap mengikuti kaedah jurnalistik terbaik.

Mungkin itu tulisan ringan untuk sekedar berdiskusi dan saling mengingatkan. Tetapi ” Talenta, Hasil Karya Anda Adalah Itulah Anda ” (Bersambung..)

"Selamat Datang di ASRI24.com , Berita Terkini, Fakta, Referensi"

Scroll to Top