LANJUTAN : Apa Saja Kesulitan Wartawan Menulis Berita ?

Mari sama sama belajar

Setiap wartawan akan mendapat beberapa kesulitan untuk menulis berita, diantaranya bisa saja berkaitan dengan :

1. Menyusun Kalimat
2. Tata Bahasa
3. Angle
4. Lead Berita
Dan sebagainya.

Biasanya, wartawan setelah wawancara dan mengumpulkan data, dirinya akan memulai menulis berita untuk dikirim ke media tempat bekerja.

Mengapa menulis berita, karena disebut sebagai wartawan harus menghasilkan berita, lalu dikirim ke redaksi media. Hasil karya jurnalistik itu akan ditakar oleh tim redaksi.

Persoalannya, lagi – lagi untuk menghasilkan karya jurnalistik seperti berita yang layak siar dan sesuai kaedah jurnalistik yang benar ada kendala.

Terlebih lagi, saat wawancara atau mencari berita seorang wartawan belum paham apa yang akan dicari dan dicatat. Pertanyaan yang dimunculkan wartawan justru mengambang, meluas hingga inti wawancara itu tidak ketemu.

Kadang berlama lama dengan narasumber justru tidak menghasilkan apa -apa. “Inti Berita” tidak jumpa, pada akhirnya bingung sendiri harus menulis berita tentang apa ? Memulai dari mana ? Dengan lead yang bagaiman ?

Tidak heran juga wartawan sulit menyusun berita dengan paragraf yang baik, susunan kalimat yang pas dengan bahasa jurnalistik yang lazim.

Lagi lagi menempatkan istilah asing atau tidak populer di dalam berita, karena ingin wah..

Ini karena seorang jurnalistik belum memahami benar tata bahasa jurnalistik yang baik.

Akhirnya, berita yang ditulis terkesan asalan. Namun, semua itu pasti ada solusinya, jika ingin belajar dan rendah hati menerima masukan orang lain maka akan menjadi sukses.

Kesulitan lain adalah, sulit mencari angle, sehingga berita rillis justru diambil 100 persen, atau hasil wawancara yang tidak menemukan LEADnya.

Akhirnya, hasil karya jurnalistik sama dengan jurnalistik lainnya alias plagiat.

Belum lagi kesulitan mencari dan menempatkan poto yang bersesuaian dengan isi berita ?

Jika seorang jurnalis yang kurang bekal atau malas belajar justru lama lama dirinya sendiri akan merugi.

Sedihnya, kalau wartawan berpura – pura pintar dan sering menyalahkan orang lain, sementara diri sendiri saja belum mahir.

Inilah kelemahan – kelemahan pada diri seorang wartawan untuk menjadi wartawan yang hebat profesional. (Bersambung …)

"Selamat Datang di ASRI24.com , Berita Terkini, Fakta, Referensi"

Scroll to Top