Dukun Cabul di Inhu Setubuhi Pasien Hingga Hamil Tujuh Bulan

Asri24.com – Rengat – Riau – Polres Indragiri Hulu, Riau membongkar kasus dukun cabul yang membuka praktek jasa pengobatan tradisional di Lirik.

Pengungkapan itu berhasil setelah pihak Kepolisian menerima laporan warga dari praktek dukun berinisial D (47) mengakibatkan wanita inisial M (32) hamil tujuh bulan.

Karena, berdasarkan keterangan pelapor dan saksi bahwa korban disetubuhi selama 20 kali oleh pelaku di tempat praktek.

“Korban selain diminta uang jasa Rp2,1 juta, mengikuti prosesi mandi kembang dan juga disetubuhi selama 20 kali,” kata Kapolres Inhu, AKBP Dody Wirawijaya, yang diwakili Kasat Reskrim AKP Agung Rama Setiawan di Mapolres, Senin.

Atas perbuatan dukun, pihak keluarga korban tidak dapat menerima kondisi kehamilan korban dan akhirnya melaporkan peristiwa itu agar diproses hukum oleh polisi.

Keluarga korban meminta pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, menutup praktek ilegal tersebut agar tidak ada korban lainnya.

Dari laporan itu, tersangka dan Barang Bukti (BB) sudah diamankan untuk mempermudah proses lebih lanjut.

“Semua pihak terkait sudah diminta keterangan, dan pelaku akan dijerat sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kata Kasat Reskrim Polres Inhu, peristiwa itu berawal dari Korban M (32) mencari tahu keberadaan dukun untuk meminta jasa pengobatan. Karena, sudah menikah beberapa tahun belum bisa hamil. Lalu dapat informasi ada praktek pengobatan di Lirik, Inhu.

Korban, langsung menuju rumah praktek itu, setelah negosiasi M menjalani prosesi perobatan sesuai arahan dukun. Diantaranya, prose mandi kembang, membayar uang jasa pagar diri Rp2,1 juta.

Semua dijalani korban, sesuai pengakuan M kata Kasat Reskrim Polres Inhu, selama itu itu kesempatan dilakukan oleh pelaku untuk menyetubuhi korban berkali kali hingga hamil tujuh bulan.

Dari kehamilan itu, pihak keluarga korban tidak terima dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Kepolisian.

Penyidik langsung merespon dan melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku dan Barang Bukti (BB).

Sejumlah pihak sudah diminta keterangan, dan pelaku akan dijerat dengan Pasal 6 Huruf C UU RI Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Selain itu, Polres Inhu juga berhasil membongkar dua kasus TPPO di Kecamatan Lirik dan telah mengamankan pelaku dan korban. (Red)

"Selamat Datang di ASRI24.com , Berita Terkini, Fakta, Referensi"

Scroll to Top